Follow us on Facebook

Theme Support

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 23 Februari 2018

Ayat Ayat Ruqyah


Ayat-ayat ruqyah yang di baca

1. QS Al Fateha
2. QS Al baqoroh ayat 1-5
3. QS Albaqoroh ayat 163-164
4. QS Albaqoroh ayat 255-257
5. QS Albaqoroh ayat 284-286
6. QS Al imran atat 18-19
7. QS A a'raf ayat 54-56 
8.. QS Al a'raf ayat 117-122
9. QS Yunus ayat 81-82
10.  QS Al mu'minun ayat 115-118
11. QS Yasin ayat 1-12
12.  QS thaha ayat 65-70
13.  QS Ashshaffat ayat 1-10
14. QS Al ahqaf ayat 29-32
15. QS Arrahman ayat 33-36
16. QS Al hasr ayat 23-24
17. QS Al Jin ayat 1-9


18. Surat al ihlas, al falaq dan annas lalu di lanjutkan dengan membaca do'a-do'a dari Rosulullah yaitu
- assalullahal adzimi robal arsil adzimi ayyasfiq (7x) ;"aku memohon kepada Allah yang maha agung, Rab pemilik arsy yang agung agar Dia menyembuhkanmu"  (7x)


- Bismilallah (3x) audzu biizatillahi wa qudrotihi ming sari ma ahidu wa uhadir (7x) ; "dengan menyembut nama Allah (3x) aku berlindung kepada kekuatan Allah dan kekuasaannya dari kejahatan apa yang aku temui dan yang aku hindari " (7x)


- Allahuma robannas
 adhibil ba'sa wasfi. angta safi la sifa'a illa syifa'iq. syifa'a lla yughodiru sakoma; "ya Allah Rab pemelihara manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah. Engkaulah yang maha menyembuhkan. tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari Mu. kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikitpun penyakit."

- Audzu bi kalimatillahi ttamati ming kuli syaithoni wa hammah wa ming kuli ainillamah; "aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan binatang berbisa, serta setiap mata yang jahat." 
- Audzu bi kalimatillahitamati ming syari ma kholak; "aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan mahluknya."
-Audzu bi kalimatillahittamati min ghodobihi wa iqobihi wa syari ibadihi wa min hamazati syayatini wa ayyahdurun ; "aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan dan siksanya dari kejahatan hamba-hambanya, dari godaan syetan dan dari kejahatan mereka terhadapku."


- Bissmillahi arkika ming kuli syaeiyyudik wa ming syari kuli nafsin ao aenin hasid. Allohu yasfik.bismillahi arkik; "dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu dari kejahatan segala sesuatu yang menyakitimu dan dari kejahatan setiap jiwa atau mata orang yang dengki. mudah-mudahan Allah menyembuhkanmu. dengan menyebut nama Allah aku mengobatimu dengan meruqyahmu."


- Bissmillahi yubrik wa ming kuli da'iyyasfik wa ming syari hasidin ida hasada wa ming sari kuli dzi ain; "dengan menyebut nama Allah, mudah-mudahan Dia membebaskanmu dari segala penyakit, mudah-mudahan Dia menyembuhkanmu, melindungimu dari kejahatan orang yang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat."


- Bismillahi arkika ming kuli syaeiyudik wa min hasidi hasidin wa ming kuli dzi aenin Allahu yasfik; "dengan menyebut nama Allah aku merukyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu. dari kedengkian orang yang dengki dan dari setiap yang mempunyai mata jahat. mudah-mudahan Allah menyembuhkanmu"
(di sadur dari buku saku ruqyah. yang di susun oleh Abu ayyash rafaalhaq,lc. penerbit tsabita grafika)


     Namun jika anda tidak menguasai ayat-ayat dan doa di atas dan merasa berat untuk menghapalnya, anda bisa menggunakan ayat qur'an manapun untuk meruqyah.

Caranya
1. berwudhulah dahulu dan mintalah pasien berwudhu juga
2. bersihkan ruangan tempat untuk meruqyah dari gambar dan patung
3. bakar dan musnahkan jimat yang di miliki pasien (jika ada)
4. jika pasiennya wanita harus di temani muhrimnya dan pakailah sarung tangan agar tidak terjadi persentuhan kulit secara langsung dengan pasien
5. tempelkan tangan anda di punggung atau kepala pasien lalu bacalah ayat-ayat yang anda hapal. umumnya kita semua hapal ayat/ surat; al fateha. lalu baca surat albaqoroh ayat  1-5, lalu baca ayat kursi, kemudian baca al baqoroh ayat 284-286. di tutup dengan membaca surat al ihlas, al falaq dan annas.
setelah selesai membaca ayat-ayat di atas berhentilah sebentar. tanyakan apa yang pasien rasakan saat anda membaca ayat-ayat itu. jika ada sesuatu yang di rasakan pasien,asal bukan di tempat aurat maka letakan tangan anda di tempat itu lalu bacalah kembali ayat-ayat di atas. lalukan dengan ihlas dan sabar sampai gangguan yang di rasakan pasien  hilang.


sumber

RAMBU-RAMBU BATASAN TEHNIK RUQYAH



  1. Bagi peruqyah dilarang keras merasa-rasakan energi (daya/kekuatan) ruqyah (kecuali tanpa diniatkan terasa sendiri) sedangkan bagi pasien harus merasakannya agar bisa diambil diagnosa dan penelitian.
  2. Bagi peruqyah dilarang keras menggunakan tehnik tenaga dalam, yaitu niat menarik energi alam semesta atau energi tubuhnya sendiri lalu menahan nafas pada hitungan tertentu dan disalurkan ketangannya walaupun dibarengi bacaan doa.
  3. Dilarang mengamalkan wirid tertentu dengan tatacara tertentu yang didapat dari tarekat sufiyah/ aliran lainnya apapun bentuknya jika tidak pernah dicontohkan Rasulullah.
  4.  
  5. Peruqyah dilarang menerapi dengan mengambil jarak antara telapak tangan dengan tubuh pasien satu kilan atau lebih panjang dari itu lalu menggerak-gerakkan tanggannya seperti gerakan tenaga dalam. Lebih baik tempelkan langsung atau sentuh dengan lembut baju atau kulitnya (boleh mempelkan tangan sedikit sekali menyentuh kulit/kain) ketika meruqyah. 
  6. Gunakan sarung tangan tebal ketika meruqyah non muhrimnya.
  7. Penggunaan fisualisasi harus dibatasi, jika ingin memproyeksikan daya/kekuatan (energi) ruqyah (meminta pada Allah) untuk tidak membayangkan bentuk warna tertentu/wujud tertentu namun cukup niat dan doa lalu hasilnya serahkan pada Allah (Allah Maha Tahu kebutuhan wujud/bentuk energi yang terbaik untuk kita). Contoh: niat menjadikan tangan kita tajamnya seperti pedang maka cukup niat saja jangan membayangkan bentuk pedang, wujud dan warnanya.
  8. Peruqyah dilarang keras untuk tehnik scanning / pendeteksian menggunakan istilah mata bathin, trawangan, kasyaf, mata ketiga.
  9. Peruqyah Dilarang menyentuh paha, sela paha, dada, perut, pantat wanita yang menjadi pasiennya dengan tangan langsung (jika sangat terpaksa gunakan alat bantu)
  10. Peruqyah dilarang membacakan ayat ruqyah dengan jarak dekat (sekilan/kurang) dari telinga pasien wanita bukan muhrimnya.
  11. Usahakan pasien mengenakan mukena (kecuali karena sebab khusus/darurat hingga pasien tidak mengenakannya)
  12. Jika ada kejadian aneh berupa bantuan dalam meruqyah (pasien/peruqyah kedatangan malaikat, makhluk ghoib, cahaya tertentu, energi tertentu dll) jangan memastikan 100% itu adalah pertolongan Allah kecuali mengucapkan “wallahua’lam semuanya diserahkan kepada Allah” dan cukup kita berbaik sangka pada Allah disertai sikap waspada siapa tahu itu tipu daya setan.
  13. Jika pasien atau peruqyah melihat penampakan jin/sihir agar mewaspadai tipu daya setan . bagi peruqyah dilarang melaporkan atau menceritakan penampakan tersebut pada pasien (cukup diwaspadai dan dijadikan bahan diagnosis) namun pasien jika melihat harus diceritakan pada peruqyah agar dapat diambil langkah penanganan yang terbaik.
  14. Jika pasien mendapatkan vision melihat sesuatu wujud tertentu, lokasi tertentu , buhul jangan dipastikan kebenarannya kecuali dicrosscek (dilihat lokasinya, digali) atau digunakan tehnik pemutusan buhul, jika sakit langsung hilang/kekuatan jin/sihir lenyap maka baru bisa dijadikan sandaran kebenaran.
  15. Peruqyah dilarang menggunakan alat bantu refleksi tajam ketika pasien bereaksi keras sebab bisa melukai pasien jika terjadi rontaan (cukup gunakan tangan untuk memencet)
  16. Peruqyah dilarang menggunakan tehnik transfer energi  ala tenaga dalam/ilmu metafisika dengan meniatkan menyaluarkan energi dari tangan lalu disalurkan ketempat pasien yang jauh (tidak kelihatan).
  17. Peruqyah dilarang menggunakan media boneka/media lainnya (kayu, batu dll) untuk transfer energi  ala tenaga dalam/ilmu metafisika dengan niat mengobati pasien/menyakiti tukang sihir.
  18. Bacaan ruqyah harus keras atau jelas terdengar oleh pasien (tidak boleh bisik-bisik atau dalam hati)

ETIKA dalam majelis JPS an.



1. Hendaknya badan, tempat dan pakaian; suci dari hadas dan najis

2. Hendaknya mengenakan pakaian (pecis, baju dan sarung) putih, serta yang baru, jika ada, disertai wewangian, serta menampakkan rasa senang dan gembira

3. Niat yang baik (memperoleh ridho Allah, syafa’at Rosulullah, serta memperoleh barokah dari auliya’ullah), khususnya barokah dari para ulama'.

4. Ketika rowi/maulid dibaca, hadirin supaya diam dan mendengarkan, serta bersikap tenang anggota badannya; jangan sampai duduk seenaknya, lebih-lebih sambil merokok. Sebab, majlis maulid insya allah dihadiri oleh ruh kanjeng Nabi dan arwah orang-orang sholeh (arwahussholihin) serta para malaikat rahmat

5. Membaca maulid/rawi dengan jelas (tartil) dan tinggi suaranya, dan jika mampu maka dibaca beserta irama lagu.

6. Pada saat berdiri (mahallul qiyam) hendaknya hadirin berdiri dengan memenuhi etika, adab serta sopan santun, dengan hati yang hudhur (mengingat kanjeng Nabi, yakni dengan mengingat-ingat tentang sifat atau prilaku Kanjeng Nabi) serta khusyu’ anggota badannya seraya berdoa atau memohon hajatnya (dunia/akhirat) dengan sirr atau perlahan. Sebab, pada saat berdiri (mahallul qiyam) insyaallah adalah saat ijabah (waktu dikabulkannya doa)

7. Bagi hadirin, hendaknya mengumandangkan shalawat bersama-sama secara serentak serta meninggikan suara dengan tetap memenuhi kesopanan, dan hendaknya hadirin mengikuti bacaan qori’ secara bersama-sama (kompak) pada saat yang semestinya

8. Hendaknya menyelenggarakan maulid di tempat-tempat yang sepi (jauh dari keramaian), tenang dan hening.

9. Memberikan harum-haruman pada tempat penyelenggaraan maulid, dengan membakar kemenyan arab atau dupa penganten, atau kayu garu atau dengan menebar-nebarkan kembang yang wangi (kembang melati dll) atau memakai minyak wangi yang dioleskan satu persatu kepada hadirin.

10. Jika bergantian membaca rowi/maulid, hendaknya mendahulukan arah sebelah kanan (mempersilahkan orang yang berada di sebelah kanan). Jika waktunya tidak mendesak (terbatas) dan tidak udzur (halangan) hendaknya pembacaan maulid dikhatamkan.

bersambung